Ansy Lema juga mengingatkan Jokowi untuk menjalankan politik representasi berbasis wilayah, etnis dan agama, dan juga representasi gender.
“Sejalan dengan perkembangan demokrasi di tanah air, kebijakan yang pro terhadap peningkatan peran politik perempuan memang patut didorong. Politik yang selama ini didominasi kultur patriarki hingga memarjinalkan peran politik perempuan harus ditinggalkan. Jokowi mestinya tidak sulit menemukan perempuan-perempuan Indonesia untuk diangkat sebagai Menteri dalam kabinetnya, mengingat banyak perempuan Indonesia berkualitas,” kata Ansy, yang juga Peneliti Center for Democracy and Transparency (CDT) itu












