Terkait pernyataan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahaladia mengenai perlunya tumbuh konglomerat-konglomerat baru, Presiden Jokowi dalam kesempatan itu mengingatkan, bahwa 3 tahun yang lalu dirinya sudah meminta kepada HIPMI, kepada Kadin agar diberikan 20 nama.
“Tapi sampai sekarang saya belum dapat 20 nama itu. saya enggak tahu apakah masih dalam proses seleksi atau dalam proses yang lainnya,” kata Presiden Jokowi yang disambut senyum para peserta Munas XVI HIPMI.
Namun demikian, Presiden Jokowi mengakui perlunya muncul konglomerat-konglomerat baru di negara Indonesia.
Peluang itu, menurut Presiden, sangat besar sekali ada. Dan diakuinya, pemerintah perlu turun tangan, memberikan jalan, memberikan peluang-peluang yang ada kepada mereka.
Menurut Presiden, pemerintah akan terus memperkokoh kelembagaan kabinet yang mengurus investasi yang mampu membujuk investor untuk menciptakan berbagai macam skill over.
“Kita tidak menginginkan investasi global yang hanya mengeksploitasi bangsa kita, ndak. Tidak akan seperti itu. pemerintah akan memperkokoh kelembagaan kabinet untuk memperkuat riset dan teknologi yang mampu menyediakan teknologi agar pengusaha-pengusaha muda bisa menjadi mitra strategis bagi investor-investor global dalam industri teknologi tinggi di dunia sekarang ini,” ungkap Presiden Jokowi.














