JAKARTA-Presiden Joko Widodo menilai, pelayanan yang diterima lebih 200.000 jemaah haji Indonesia tahun ini jauh lebih baik dibanding saat dirinya menunaikan ibadah haji 15 tahun lalu.
“Ini berkat berbagai terobosan dan inovasi yang ditempuh pemerintah, di antaranya rekam sidik jari dan foto wajah jemaah kini dilakukan di Indonesia, bukan di Jeddah atau Madinah, menghindari antrean panjang dan lama setiba di Arab Saudi,” tulis Presiden Jokowi melalui fanpage facebooknya, yang diunggah beberapa saat lalu.
Presiden mengingat saat ketika menunaikan ibadah haji tahun 2003 bersama istrinya Ibu Negara Iriana. Saat itu, kata Presiden, di Tanah Suci, dirinya menyaksikan jamaah haji Indonesia menikmati fasilitas yang disediakan pemerintah, sejak berangkat sampai pulang, dari angkutan darat, pemondokan, makanan, pelayanan kesehatan dan bimbingan ibadah.
Sedangkan tahun ini, pemerintah menyewa 165 hotel di Makkah dan 107 hotel di Madinah untuk penginapan jamaah, 32 hotel di antaranya disewa satu musim penuh, tidak dibagi dengan jemaah negara lain, sehingga kita tidak lagi khawatir dengan batas waktu tinggal di hotel.
“Jemaah kita kini juga makan dengan bumbu masakan dari Indonesia, yang diracik juru masak asal Indonesia,” ungkap Presiden seraya menambahkan, layanan katering bagi jemaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah, dari 25 kali, tahun ini menjadi 40 kali, berikut tambahan berupa teh, gula, kopi, saos sambal, kecap dan satu potong roti.














