Sementara living cost sebesar 1500 riyal, lanjut Presiden, tetap diberikan penuh yang bisa digunakan jemaah untuk keperluan lainnya.
Ditambahkan Presiden, Kementerian Agama juga membentuk tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) yang terdiri dari petugas layanan umum yang memiliki kemampuan medis untuk mendukung layanan kesehatan pada puncak haji.
“Ini belajar dari tahun-tahun sebelumnya, dimana banyak jemaah yang membutuhkan pertolongan kesehatan di areal Jamarat menuju Mina,” ujarnya.
Presiden menegaskan, semua inovasi ini demi jemaah haji kita bisa beribadah dengan tenang, memperoleh kemabruran, serta kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.














