JAKARTA- Presiden Joko Widodo mengumumkan pembebasan empat Warga Negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) Tug Boat Henry milik perusahaan PT Global Trans-Energy yang sebulan terakhir disekap oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Pembebasan empat WNI ini, menyusul 10 pelaut Indonesia lainnya yang sudah dilepas lebih dulu. “Akhirnya 4 ABK WNI yang disandera sejak 15 Maret lalu sudah dapat dibebaskan. Keempat WNI tersebut dalam keadaan baik,” kata Presiden Jokowi, yang didampingi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Jakarta, Rabu (11/5).
Menurut Presiden, pembebasan sandera ini berhasil dilakukan melalui kerja sama yang baik antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan Pemerintah Filipina. Ini merupakan hasil positif dari pertemuan trilateral di Yogyakarta pada 5 Mei lalu antara RI-Malaysia-Filipina. “Operasi ini adalah salah satu hasil dari implementasi semangat pertemuan tersebut,” tegasnya.
Saat ini, keempat sandera tersebut sudah berada di tangan otoritas Filipina. Mereka segera diserahterimakan kepada Pemerintah RI. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Filipina yang telah memberikan kerja sama yang sangat baik dalam dua kali pembebasan WNI kita,” terangnya.















