Menurut Kepala Negara, diperkirakan tahun 2045, Indonesia akan menjadi empat besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Tapi, lanjut Kepala Negara, jangan dipikir mulus, pasti ada tantangannya, pasti ada rintangannya.
“Itulah kenapa kita harus bersatu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Jangan di antara kita dilihat dari luar kita ini rukun-rukun, di dalam malah kelihatan tidak rukun. Sedih saya kalau melihat seperti itu, sedih,” ujar Kepala Negara.
Pemilu Ada Terus
Sebelumnya terkait penyelenggaraan Pemilu, Presiden Jokowi pada awal sambutannya menyampaikan,
“Jangan sampai karena perbedaan pilihan, kita menjadi saling bermusuhan, menjadi tidak rukun, menjadi tidak bersatu,” ucapnya.
“Yang namanya pilpres, yang namanya pilihan gubernur, yang namanya pilihan bupati, yang namanya pilihan wali kota, jelas Presiden, setiap lima tahun itu akan ada terus. Masa kita akan terus membangun permusuhan karena perbedaan pilihan? Ya jangan, jangan,” tuturmya.
Sekali lagi, Kepala Negara mengingatkan, jangan sampai karena urusan politik antartetangga tidak bertegur sapa, antarsemeton terputus tali persahabatan yang bisa menyebabkan hilangnya persatuan, kerukunan, dan persaudaraan di antara anak bangsa.














