JAKARTA-Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto adalah sosok negarawan sejati.
Keduanya berbeda secara politik, tetapi bersatu ketika menyangkut urusan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Karena itu jika ingin menjadi politisi yang handal, belajarlah dari kedua tokoh bangsa itu. Hal itu dikatakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Maruarar Sirait di hadapan peserta Sekolah Pemimpin Nasional ICMI Angkatan I yang bekerja sama dengan Qodari School of Politics (QSP) di Jakarta, Jumat (9/12).
Hadir sebagai pembicara politisi Partai Golkar, M Misbhakun dan Muhammad Qodari sebagai Ketua Sekolah Politik Nasional (SPN) ICMI.
Dihadapan para peserta sekolah pemimpin nasional, Maruarar menceritakan pengalaman bagaimana menjadi anggota legislatif yang handal dan berkualitas. “Saya mencalonkan diri sebagai anggota DPR dapil Subang, Majalengka, dan Sumedang. Saya berasal dari Sumatera Utara tetapi dapat diterima di dapil Jawa Barat selama tiga periode dan mendapatkan suara terbanyak” katanya.
Ara, begitu ia disapa, memberi tips kepada para peserta sekolah kepimpinan bahwa kalau menjadi politisi harus punya grass root yang kuat. “Kalau enggak punya grassroot itu namanya politisi salon,” katanya.













