Seperti yang telah disampaikan dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa hanya satu pegangan bagi setiap prajurit korps marinir, yaitu kebanggaan dan harga diri sebagai seorang prajurit. “Oleh sebab itu dalam menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu, persatuan dan kesatuan kita, yang ingin mengganggu Pancasila, yang ingin mengganggu kebhinekaan kita, saya sampaikan bahwa prajurit korps marinir selalu menjadi perekat kemajemukan, perekat kebhinekaan, dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republika Indonesia,” pungkas Presiden.













