INDRAMAYU-Presiden Joko Widodo menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak akan lagi mengimpor beras meskipun sempat mengalami kekurangan pasokan.
Karena itu, Presiden meminta para petani untuk meningkatkan produksi padi nasional.
“Saya senang sekali. Sebab, dengan panen langsung kami jadi optimistis. Yakin produksi padi meningkat,” kata Presiden Jokowi dalam sambutan pada Panen Raya dan Penyerahan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) oleh Presiden di Desa Kedokan Gabus, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (18/3).
Presiden menyatakan keyakinanya produksi padi nasional akan meningkat, karena saat ini sudah ada kecenderungan naiknya produksi padi yang tidak sedikit.
“Sekarang kita masih dalam proses penghitungan. Jangan laporannya naik faktanya tidak. Kita ingin memperbaiki. Kita sedang menghitung, ” kata Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta kepada para petani agar mampu menaikkan produksi padi , dari semula per hektar sawah 5 ton menjadi 7-8 ton, seiring bantuan traktor, irigasi, dan pupuk dari pemerintah.
Menyinggung harga beras, Presiden Jokowi mengatakan bahwa harga beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta dan pasar-pasar induk sudah stabil.
“Petani sendiri sebenarnya jangan tergantung pada harga beras, tapi tergantung pada produksi padi,” pesan Presiden seraya menyebutkan, 52 persen irigasi nasional yang rusak saat ini yang sudah diperbaiki sebanyak 30 persen.















