Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dan Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu.
Setelah santap siang bersama, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Makassar, Sulawesi Selatan pada pukul 14.00 WITA melalui Bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.
Presiden mengaku, banyak sekali keunikan yang dimiliki oleh Pulau Sumba. Misalnya, kuda Sandelwood yang setiap tahun dipakai untuk parade. Bahkan tak jarang digunakan untuk mas kawin. “Ini simbol kesatria,” ucapnya.
Keunikan lainnya adalah budaya cium hidung. Saat tiba di bandara, Presiden dibisiki Bupati Sumba Barat Daya tentang cium hidung. “Itu adalah simbol nafas kehidupan,” ujar Presiden.
Acara Festival Sandelwood dan Kain Tenun Ikat Sumba jelas Presiden merupakan contoh nyata, bagaimana alam memberikan sebuah budaya lokal yang menjadi keunggulan dalam pariwisata.
Dalam acara itu Presiden Jokowi hadir dengan memakai pakaian adat laki-laki Sumba yang disebut Kalambo dilengkapi Kapaouta beserta parang Sumba. Kalambo merupakan kain tenun yang diikat pada bagian pinggan, sedangkan Kapouta kain penginkat kepala. Sedangkan Ibu negara Ny. Iriana Widodo juga memakai pakaian adat wanita Sumba yang disebut Paghe’e – kain tenun yang dililit pada bagian pinggang – beserta Kaleku (tas yang biasa dipakai perempuan Sumba).













