Sama dengan sifat efek komunikasi, opini publik yang sudah terjadi tetap berbekas dalam peta kognisi setiap individu yang terdedah (terkena) oleh perbincangan yang membentuk opini publik tersebut.
Dasar berpikirnya dari konsep status dan peran dalam sosiologi.
Dalam konsep status dan peran, jika seseorang (Jubir) berperan sesuai dengan statusnya dipastikan cenderung terjadi keteraturan sosial.
Inilah yang diinginkan oleh setiap warga negara dalam bernegara.
Sebaliknya, ketika seseorang berperan tidak sejalan dengan statusnya pasti terjadi disorder (kekacauan) komunikasi/sosial.
Kekacauan komunikasi, cepat atau lambat dapat menggerus reputasi dan atau kepercayaan masyarakat kepada rezim pemerintahan yang sedang berkuasa.
Oleh sebab itu, sudah berulangkali saya kemukakan di ruang publik agar sesegera mungkin dilakukan perbaikan manajemen komunikasi publik pemerintah.
Sebab, menurut hemat saya, sampai saat ini penanganan komunikasi publik pemerintah belum terkelola dengan baik dan profesional.
Karena itu, sebagai seorang komunikolog yang punya otoritas dan tanggung jawab keilmuan komunikasi, saya tidak lagi menghimbau tetapi meminta para Jubir di Indonesia supaya melakukan tugasnya secara tepat dan profesional, agar kemulian profesi Jubir tetap terjaga dengan baik.














