Namun, sejak mulai beredar nama-nama calon menteri dan wakil menteri yang dipanggil oleh Prabowo ke kediamannya, terlihat jelas bahwa rencana tersebut tidak akan berjalan sesuai harapan.
Dari 49 calon menteri yang dipanggil pada 14 Oktober 2024, sebagian besar berasal dari partai-partai politik besar, seperti Gerindra, PAN, PKB, dan Demokrat.
Hal ini menunjukkan bahwa janji kabinet zaken lebih terlihat sebagai “pura-pura zaken,” di mana unsur politikus masih dominan, dan bahkan mengesampingkan profesional yang tidak berafiliasi dengan partai.
Kondisi ini semakin mencolok ketika melihat daftar calon wakil menteri yang dipanggil pada 15 Oktober 2024.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa kabinet Prabowo lebih diarahkan pada akomodasi politik daripada penekanan pada kompetensi teknis.
Politik Dagang Sapi: Sebuah Tradisi yang Kembali Terulang
Politik dagang sapi bukanlah hal baru di Indonesia.
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan praktik pembagian kekuasaan yang melibatkan negosiasi antara berbagai pihak demi mendapatkan posisi atau pengaruh dalam pemerintahan.
Sejarah politik Indonesia, khususnya setelah era Reformasi, telah menunjukkan bagaimana koalisi besar hampir selalu berakhir dengan kompromi yang melibatkan berbagai partai politik dalam susunan kabinet.















