JAKARTA-Presiden terpilih pada 2014 nanti diharapkan bisa menyusun kabinet yang merepresentasikan berdasarkan kawasan dan profesionalisme. Dengan begitu akan mewujudkan ke Indonesiaan. “Sebaiknya memang diisi para profesional. Apalagi profesional itu banyak yang bagus. Jangan pertimbangannya bukan berdasarkan parpol pendukung,” kata Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida di Jakarta, Selasa, (10/06/2014).
Kabinet kerja, kata Laode, sangat penting. Karena itu, para capres ini diharapkan punya konsep yang jelas sebelum dilantik pada 20 Oktober 2014. “Capres masih punya waktu mempersiapkan kabinetnya, guna mengatasi persoalan bangsa,” ujarnya.
Salah satu permasalah yang itu antara lain, lanjutnya, untuk pembangunan daerah, khususnya desa harus memiliki frame (kerangka) yang jelas. “Karena debat capres semalam itu belum menyinggung soal desa,” ucapnya.
Menurut Laode, pemberian anggaran sebesar Rp1 miliar untuk satu desa belum ada Peraturan Pemerintahnya (PP). Karena itu sangat rawan untuk dilakukan korupsi. “Ini sangat penting, karena pertarungan pilkades akan semakin kuat. Bahkan pertarungan itu akan menjadikan desa sebagai lokus kejahatan korupsi. Buntutnya makin memperburuk perilaku masyarakat desa,” ujarnya.














