Sementara itu Petrus Salestinus, mewakili Kawasan Indonesia Timur lebih menekan soal keseriusan para capres terkait pemberantasan korupsi. “Hulunya korupsi itu ada pimpinan parpol, lalu pimpinan fraksi dan komisi. Namun yang ditindak hanya anggota DPR saja, padahal semua pimpinan parpol itu menikmati hasilnya,” terangnya.
Bahkan Petrus mempertanyakan pada kedua capres ini, soal konsep penegakkan hukum. Anehnya para capres selalu memuji-muji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Pendekatan hukum sangat lemah. Karena jangkauan KPK itu terbatas, hanya pada pusat saja,” tuturnya.
Padahal, kata Petrus, penegakkan hukum di daerah, khususnya Indonesia Bagian Timur (IBT) sangat lemah. “Pemberantasan korupsi masih ada kendala besar di IBT. Mestinya presiden harus berani menggonta-ganti kapolri setiap hari, jika pemberantasan korupsi di daerah tidak berpihak pada rakyat,” imbuhnya.














