Tidak seperti saat ini yang relatif lebih mudah untuk menggalang para cendekiawan.
Pada situasi yang genting tersebut Soekarno meresponnya dengan jumlah anggota Kabinet yang besar.
Kabinet yang dirancang presiden terpilih Prabowo Subianto nampaknya akan beranggotakan menteri-menteri yang jumlahnya cukup besar, walaupun mungkin tidak akan lebih dari 100 orang.
Hal ini menarik untuk disimak dan dianalisa mengapa diperlukan begitu besar jumlah Menteri dan Wakil Menteri.
Ketika menyiapkan kabinetnya untuk periode 2024-2029, Prabowo dihadapkan pada kondisi yang jauh berbeda.
Memang masih banyak persoalan yang dihadapi bangsa baik internal maupun eksternal.
Persoalan global menyangkut peperangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah (Israel-Palestina) dan antara Russia-Ukraina yang berdampak kepada persoalan global terkait energi dan pangan.
Konflik yang belum diketahui kapan akan berakhir atau bahkan akan semakin meruncing.
Sementara itu kondisi ekonomi dalam negeri masih dihadapkan kepada persoalan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan, serta utang luar negeri yang semakin besar.
Persoalan-persoalan sosial-budaya yang dihadapi ketika pemilu masih menyisakan satu tantangan besar dalam penataan kembali sistem Tata Nilai terkait moral dan etika dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara.















