Kepentingan pribadi, kelompok, golongan, dan kepentingan umum telah menjadi satu dan sulit untuk dipilah-pilah.
Akibatnya dalam menyusun Kabinet tidak bisa terlepas dari kondisi ini.
Kabinet yang dibentuk akan diwarnai oleh aspirasi-aspirasi tersebut.
Sehingga sulit dihindari Kabinet yang “ramping”’dan Kabinet cenderung “gemuk”.
Dengan kabinet yang gemuk lebih terbuka kemungkinan untuk mengadopsi berbagai kepentingan.
Kabinet yang gemuk dapat memberi ruang kepada kepentingan partai politik (partai koalisi), putra daerah (alasan kebhinnekaan), kalangan profesional (kebutuhan teknokratis), komunitas sosial kemasyarakatan (kelompok agama, organisasi sosial, dll).
Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa kabinet yang “Gemuk” antara lain disebabkan karena beberapa faktor utama:
- Kemajemukan bangsa (keterwakilan wilayah ataupun etnis) untuk menjawab persoalan ketimpangan dan keterwakilan.
- Masih banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa (Ekonomi, Politik, Budaya, baik internal maupun eksternal)
- Sistem banyak Partai dan perlunya melakukan Koalisi politik dalam pemilu.















