“Kami terinspirasi oleh Deklarasi Human Fraternity for World Peace and Living Together yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Ahmed Al-Tayeb pada tahun 2019,” tegas Nanny.
Dokumen ini menjadi landasan bagi Kalaway Institute dalam membangun Sekolah Toleransi yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan sejak dini di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia.
Paus Fransiskus pernah menyampaikan bahwa meskipun peradaban modern telah mencapai kemajuan besar dalam berbagai bidang seperti sains, teknologi, dan industri, namun nilai-nilai moral dan tanggung jawab spiritual sering kali terabaikan.
Hal ini telah menimbulkan perasaan frustrasi, keterasingan, dan keputusasaan yang menjadi lahan subur bagi berkembangnya ekstremisme dan intoleransi.
Sejarah telah membuktikan bahwa ekstremisme agama dan intoleransi telah menyebabkan banyak penderitaan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Dalam era media sosial saat ini, ujaran kebencian dan pesan-pesan intoleran dengan cepat menyebar dan menjadi ancaman nyata bagi persatuan bangsa.
Untuk mengatasi hal ini, Kalaway Institute yang terinspirasi oleh pesan Paus Fransiskus, berkomitmen untuk terus mengembangkan Sekolah Toleransi sebagai upaya untuk membangun generasi yang lebih menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.














