JAKARTA-Penolakan masyarakat atas dugaan korupsi dalam penentuan pemenang tender proyek air minum atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat Jawa Tengah terus disuarakan hingga saat ini.
Jumat siang (3/12), ratusan masa dari Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (KAMPAK) Merah Putih Indonesiamenggelar aksi unjuk rasa didepan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian PUPR.
Dalam orasinya, mereka meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke lapangan untuk mengusut dugaan kongkalikong sejumlah proyek di Kementerian PUPR.
Salah satunya, penentuan pemenang tender PT Wijaya Karya (persero) untukproyek SPAM di Semarang Barat Jawa Tengah.
Koordinator Aksi Demonstrasi, Miswardi mengatakan aroma dugaan korupsi dalam proyek ini terlihat saat pemenang tender.
Indikasinya, pemenang tender adalah perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan.
Salah satunya, terkait persyaratan wajib yaitu tersedianya mexinHorizontal Directional Drilling (HDD) kapasitas 150 ton sebanyak dua unit.
Namun dalam dokumen yang di upload PT Wijaya Karya, mesin HDD itu masih dipakai untuk proyek lain dan sudah terkontrak sampai tahun 2022.
Proyek lain itu adalah proyek SPAM Durolis Riau dan proyek SPAM di Bandarlampung PT Minarti Duta Hutama.













