Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik dan aktifis PMKRI Agustinus Tamo Mbapa mengatakan seharusnya Gubernur NTT bisa memanggil kepala dinas kesehatan dan kalau terbukti lalai, maka bisa dipecat. Kalau tidak, maka kasus gizi buruk ini akan terulang terus-menerus. “Dulu, SBY menghibahkan Rp 400 miliar, tapi dana itu dibiarkan dan akhirnya dikembalikan ke negara,” tegasnya
Karena itu kata Gustav-sapaan akrab Agustinus Tamo Mbapa, akan melakukan class action, kepada pemerintah daerah untuk mempertanggungjawabkan gizi buruk tersebut. Sebab, gubernur pertama sampai keenam visi dan misinya jelas untuk membangun NTT, tapi di bawah Frans Lebu Raya dengan motto ‘Sehat dan sesuara membangun’ ini abstrak dan tidak jelas pula arah pembangunannya dalam dua periode terakhir ini.
Sebanyak 3193 desa dengan sejuta lahan tidur di NTT, ternyata pemimpin NTT selama ini kata Gustav, justru sering ingkar janji ketika berkampanye Pilkada. Karena itu, NTT itu perlu orang yang jujur, bersih, berani, akuntabel, dan kekayaannya bisa diaudit setiap tahun. “Jadi, belum ada gubernur NTT seperti Aloysius Benedictus Mboi yang akrab dipanggil Ben Mboi yang sering blusukan ke desa-desa tanpa sepengetahuan camat dan bupati setempat untuk mengetahui kondisi rakyatnya,” pungkasnya.














