Apalagi, kasus ini mencuat beberapa hari sebelum masa jabatannya habis
Karenanya, dia harus diperiksa.
“Saya kira, demi persamaan dimuka hukum, Rini harus diperiksa. Kejaksaan nggak perlu lindungi si Rini ini,” pintanya.
Daeng mensinyalir Rini terlibat dalam skandal Jiwasraya ini. Karena saat menjabat Menteri BUMN pun, Rini sudah mengetahui kondisi internal Jiwasraya.
Namun, dia membiarkannya sehingga Jiwasraya babak belur seperti sekarang ini.
“Kenapa saat menjabat Meneg BUMN, dia membiarkan ini? Tiga hari sebelum angkat kaki dari BUMN, dia bikin laporan. Saya melihat ada sesuatu di balik laporan Rini Soemarno. Jadi seolah-olah dia pahlawan. Padahal dia mewariskan banyak nasalah,” terangnya.
Sebagai menteri, Rini pasti paham mengenai apa yang dilakukan Jiwasraya.
“Itu kegiatan investasi dengan melibatkan uang sangat besar. Mana mungkin menteri tidak tau. Ini akan aneh,” terangnya.
Daeng mengatakan pemanggilan Rini diperlukan semata-mata untuk mencari titik terang kasus ini.
“Tak ada yang perlu disembunyikan,” imbuhnya.
Sebelumnya, anggota Panja Jiwasraya Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan mengatakan perlunya pendalaman terkait peran Rini Soemarno.
“Ini kan (kasus Jiwasraya_red) laporan dari Menteri BUMN yang lama, Rini Soemarno. Saya minta, perlu pendalaman juga keterangan Bu Rini,” pintanya.













