Presiden direktur dan CEO KIK Stanley Ang merinci pada tahun 2018 sudah ada 48 perusahaan yang menyatakan minatnya untuk investasi di KIK, ditambah dua perusahaan yang sudah deal pada Januari 2019.
“Dua
perusahaan yang akan segera mengeksekusi usahanya di KIK, yakni satu
dari sektor industri baja yang merelokasi pabriknya, dan satu lagi
industri pengemasan yang melakukan ekspansi,” ujarnya.
Di
antara 50 perusahaan tersebut, tujuh sudah beroperasi, tiga perusahaan
sedang proses membangun dan 12 perusahaan sedang mengurus administrasi
seperti perizinan dan persiapan desain bangunan. “Jadi yang sudah 85
persen dari Indonesia, 7 persen singapura, serta Korea Selatan, Jepang
dan Malaysia masing-masing 2 persen,” jelasnya.
Perusahaan-perusahaan
itu antara lain PT. Tat Wai Industries, PT. APP Timber, PT. Praya, PT.
Ganda Sugih Arthaboga, Steel Fabricator Company, PT. Kendal Eco Furindo,
dan PT Roda Maju Bahagia. Target investor sektor lainnya, yakni
industri elektronika, otomotif, dan kimia dasar.
Stanley menargetkan, pada kuartal II-2019, investor akan tumbuh lebih kencang sebab kondisi akan lebih stabil.
“Investor dalam negeri tak lagi wait and see melihat kondisi politik, sedangkan kondisi perang dagang juga diperkirakan mereda,” ungkapnya.















