Menperin
juga mengapresiasi besarnya penyerapan tenaga kerja di kawasan IMIP
yang saat ini sudah lebih dari 30 ribu orang. Guna meningkatkan
kompetensi sumber daya manusia di wilayah setempat, Kemenperin
memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Logam Morowali.
“Kami
akan tingkatkan kapasitas Politeknik di Morowali menjadi tiga kali
lipat, sehingga masyarakat di Morowali bisa diterima kerja di sini
dengan skill yang sesuai kebutuhan. Politeknik di Morowali ini juga
punya fasiitas yang world class dan kami punya lahan yang cukup besar 24 hektare,” ujarnya.
Bahkan, Kemenperin akan memfasilitasi penerapan teknologi internet 5G di kawasan industri Morowali untuk kesiapan memasuki era industri 4.0.
“Jadi, nanti prototipenya ada satu di Cilegon, dan dua di Morowali,” imbuhnya.
Managing Director PT IMIP Hamid Mina mengungkapkan, kawasan
IMIP sebagai klaster industri terintegrasi berbasis nikel dan baja,
saat ini terus mengembangkan industri di dalamnya, agar berdaya saing
global sehingga saat ini total investasi yang sudah masuk mencapai USD5
miliar.
“Total kapasitas produksi smelter nickel pig iron sebesar 2 juta ton per tahun dan 3,5 juta ton stainless steel per tahun dengan nilai ekspor mencapai USD2 miliar pada tahun 2017 dan naik menjadi USD3,5 miliar di 2018,” tuturnya.














