Menko Luhut pun memastikan, bahwa jumlah tenaga kerja asing (TKA) di kawasan industri morowali sekitar 10 persen. Mayoritas mereka adalah tenaga kerja ahli, bukan di level bawah.
“Sekarang ada 30.000 lebih pegawai di sini, dan hanya 3.000 orang China. Jadi jangan bikin cerita di luar kalau 55 persen pegawai di sini dari China,” tegasnya.
Dia mengapresiasi langkah Kemenperin untuk meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa di Politeknik Industri Logam Morowali. Program pendidikan vokasi industri ini akan mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten untuk menggantikan TKA.
“Karena sudah ada komit dari Pak Airlangga, mau bikin Politekniknya dari 200 menjadi 600 lulusannya,” jelas Luhut.
Dengan demikian, ke depan jumlah TKA akan terus berkurang, seiring dengan siapnya tenaga-tenaga ahli dari Indonesia.
“Peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai lithium juga menjanjikan peluang kerja yang banyak. Pegawai di kawasan ini sudah 30.000-an lebih, dan akan mencapai 100.000-an orang,” tandasnya.
Bupati Morowali Taslim juga menyambut baik dan mengapresisasi investasi PT QMB New Energy Materials di Kawasan Industri Morowali, yang tentunya dapat meningkatkan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal.














