Hanya saja Dahnil khawatir karena ada agenda sistematis untuk melemahkan KPK.
Di mana Presiden Jokowi dalam perdebatan pro dan kontranya revisi UU KPK, tidak tampil sebagai pemimpin, tidak mempunyai komitmen untuk pemberantasan korupsi.
“Maka pendapatnya berbeda dengan menteri-menterinya, yang justru mendukung revisi UU KPK sampai terjadi kegaduhan kabinet. Ada kriminalisasi komisioner KPK, Jokowi hanya marah di depan publik, bukan di depan menteri. Harusnya tunjukkan beliau itu sebagai pemimpin yang mengedepankan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. **aec













