Kelima, Pelaksanaan MTQ yg dihelat selama sepekan itu tentu membutuhkan sarana Akomodasi, Konsumsi dan fasilitas Pelaksanaan.
Hampir Semua Hotel dan Penginapan di Kota Saumlaki itu milik Pengusaha Katolik dan Protestan.
Semua peserta dari Kabupaten Kota ditempatkan di fasilitas2 Hotel, Penginapan dan Wisma tersebut.
Bahkan Rumah Unio Keuskupan Amboina dan Biara Katolik Tarekat MSC serta Wisma Klasis Gereja Protestan juga ikut dijadikan tempat penginapan peserta MTQ.
Keenam, tidak itu saja. Para pelayan Konsumsi utk event ini terdiri dari Ibu2 Wanita Katolik RI, Ibu2 Pelwat Protestan, Ibu2 PKK dan Ibu2 Persit.
Tim penari dan Pelayan Tamu dipilih dàri para pegawai, siswa SMA/K.
Saat Pawai Taaruf, pengawal Pawai selain TNI Polri, juga hadir Personil Satpol PP Pemda dan LC wilayah paroki. Para pemegang Bendera dan Papan Nama kontingen adalah siswa/i dan Group Drumband dari SMA Katolik Budi Mulia Saumlaki.
Segenap masyarakat tentu saja mengapresiasi kepercayaan yg diberikan oleh Pemerintah Provinsi yg menetapkan Wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai tempat Pelaksanaan MTQ Provinsi Tahun ini di Kota Saumlaki.
Tapi terlebih perlu mengapresiasi dan salut hormat kepada Bupati Tanimbar saat ini, Petrus Fatlolon yang dengan berani menawarkan menjadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Maluku tahun ini di Kota Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar.














