JAKARTA – Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kredit kebijakan penyaluran kredit triwulan I 2025 lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya.
Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) triwulan I 2025 yang bernilai negatif sebesar 1,32%, turun dari triwulan IV 2024 sebesar 0,18%.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakosodalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (28/4).
Standar penyaluran kredit yang lebih longgar tersebut terindikasi didorong oleh jenis kredit KPR/KPA dan Kredit Konsumsi Lainnya.
Beberapa aspek kebijakan penyaluran kredit yang terindikasi lebih longgar, antara lain pada aspek agunan.
Penyaluran Kredit Baru Secara triwulanan (qtq), penyaluran kredit baru pada triwulan II 2025 diprakirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru triwulan II 2025 yang sebesar 81,99%, naik dibandingkan SBT 55,07% pada triwulan sebelumnya.
Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan II 2025 masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi.
Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran KPR/KPA diprakirakan masih menjadi prioritas utama, diikuti Kredit Multiguna dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).













