“Karena kebijakan tadi deregulasi yang dikeluarkan Bapak Presiden, ekspor (pertanian) kita naik jadi Rp 158 triliun. Tetapi impor kita turun Rp 34 triliun,” ujar Amran dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta dikutip Senin (16/2/2026).
Penurunan impor ini di antaranya karena keberhasilan meningkatkan produksi beras dan jagung.
“(Impor) jagung pakan ini nol, tidak ada impor tahun 2025. Indonesia juga menurunkan harga beras dunia karena dulunya impor 7 juta ton, kurang lebih Rp 100 triliun,” ucap Amran.
Dukungan Prabowo untuk sektor pertanian tak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
“NTP (Nilai Tukar Petani) naik ke 125. Stok (beras) kita tertinggi sepanjang sejarah 4 juta,” tutup Amran.















