JAKARTA-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri acara Peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta, Peluncuran Buku Kemajuan Infrastruktur Nasional, dan Penganugerahan Bhumandala Award yang dihadiri juga oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Hotel Bidakara Jakarta.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan kebijakan satu peta salah satu program prioritas dalam pelaksanaan Nawa Cita. Dengan adanya Kebijakan Satu Peta ini, perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, penerbitan izin dan hak atas tanah, serta berbagai kebijakan nasional dapat mengacu pada data spasial yang akurat.
“Infrastruktur sudah jalan, tetapi masih banyak tumpang tindih pemanfaatan lahan. Dengan kebijakan satu peta ini bisa kita selesaikan. Saya semakin ke lapangan makin tahu, di mana permasalahan urusannya itu. Artinya kita harapkan dengan kebijakan one map policy, kebijakan satu peta ini untuk bisa menyelesaikan tumpang tindih pemanfaatan lahan bisa kita selesaikan,” katanya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Dia menjelaskan, bahwa di Kalimantan 19,3% tumpang tindih pemanfaatan lahan. Seperti tumpang tindih di batasan desa dan kecamatan. Dengan kebijakan satu peta, bisa menyelesaikan tumpang tindih pemanfaatan lahan, kedua, perencanaan pembangunan lebih akurat tidak hanya berdasar data tapi peta.















