Meski demikian, tetap saja banyak ekonom yang tidak setuju. Alasan, pabriknya belum bisa menyerap nikel-nikel yang ada. Sehingga hal itu bisa menurunkan devisa negara. “Kita harus melihat visinya Pak Jokowi, karena selama ini kita melihat hanya mengekploitasi dan tanpa audit value, jadi yang untung hanya segelintir orang saja. Tapi masyarakat, khususnya di daerah tersebut yang tidak sejahtera,” ujar Soetrisno.
Dia juga mengajak kepada peserta FGD untuk terbuka, karena KEIN ini bukan eskekutor, melainkan untuk menjadi mata dan telinga Presiden dalam bidang ekonomi dan industri nasional.
Tugas KEIN yaitu, pertama, membuat kajian strategis di bidang industri; kedua, menyampaikan masukan kepada presiden yang bisa dieksekusi dan bukan sesuatu yang sifatnya terlalu makro, dan ketiga, membuat roadmap industrialisasi Indonesia hingga 2045.















