“Kenapa bisa terjadi seperti ini, karena memang saya lihat alat uji dari Tim Seleksi kelihatannya memang bukan untuk menguji kemampuan atau mencari anggota BPK sesuai dengan kemampuan,” ujarnya.
Apabila dugaan itu benar terjadi, Uchok mempertanyakan mau dibawa kemana BPK nantinya kalau kekuatan lobi politik lebih menonjol ketimbang profesionalisme.
“Memang kelihatannya kekuatannya itu adalah bukan ke kapasitas tetapi kekuatannya adalah di lobi,” tegasnya.
Dia menegaskan kalau hanya mengandalkan kekuatan lobi maka BPK tidak bisa diandalkan sebagai lembaga audit keuangan negara yang mendukung pemberantasan korupsi. Namun kekhawatiran Uchok ditepis anggota Komisi XI DPR Johnny G. Plate.
Menurutnya, seleksi yang akan dilakukan Komisi DPR yang membidangi Keuangan negara itu atas atas dasar dokumennya bukan atas dasar kepentingan politis.
“Kami pastikan semua calon diperlakukan sama. Semua kami seleksi berdasarkan kebutuhan dan kompetensi yang dimiliki. Tidak ada keberpihakan DPR baik itu dari parpol maupun non parpol. Semua diperlakukan sama sesuai Undang-Undang,” ujar Politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.
Johnny juga meyakinkan bahwa seleksi yang akan dilakukan Komisi XI DPR akan memperhatikan masukan dan seruan dari masyarakat. “Kami pastikan Komisi XI berusaha memperhatikan seruan masyarakat,” tegasnya.













