Dalam talkshow yang dimoderatori oleh Akademisi Universitas Indonesia (UI) Imam Prasojo, Menkeu juga menjawab pertanyaan dari moderator perihal perbandingan capaian ekonomi Indonesia 2018 dengan negara lain.
“Kalau kita bandingkan dengan emerging country yang relatively big, yang sekelompok misalnya negara-negara G20. Size ekonomi kita besar dan kita hampir open ekonomi, pertumbuhan kita tertinggi ketiga setelah RRT dan India. Ini bagus, karena banyak negara yang growthnya terkontraksi. Indonesia tidak comparable kalau dibandingkan Haiti,” ucapnya.
Dalam acara ini turut hadir Mantan Menteri Keuangan dan Ekonom UI Chatib Basri dan produser dan aktris Happy Salma.
Senada dengan Menkeu, Chatib Basri juga berpendapat Indonesia sudah melalui guncangan ekonomi dengan baik di 2018.
“2018 itu berat, tekanan berat. Itu tekanan bunga the Fed dan perang dagang. Kemudian ketidakpastian yang muncul terhadap kebijakan Presiden Trump. 2018 itu berat sekali, Seandainya itu fiskalnya agak terlambat, dilakukan langkah-langkah yang tepat, Rupiah kita bisa lebih di atas 15 ribu. Growth kita 2018 bertahan di 5,1-5,2 ini stabil, saya appreciate apa yang dilakukan sama pemerintah dan Bank Dunia. Silakan cek data-datanya,” jelasnya.















