Peran dari teknologi mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Bagi kelas menengah gaya hidup adalah hal yang penting, dan ini memunculkan pasar.
“Kelas menengah sangat suka gaya hidup yang experience, mencari makanan yang sehat, minuman yang sehat, ini menimbulkan market. Dengan life style seperti itu membentuk market yang luar biasa, kalau ada demand maka supply merespon,” jelasnya.
Pemerintah juga menyikapi potensi ini, dan mendorong kelas menengah untuk berkembang.
“Kita ingin kelas menengah growing dan industri kreatif meningkat. Makanya vokasi itu penting, skill itu penting. Saat ini knowledge dan keterampilan bisa dari internet, tapi pemerintah masih bisa mendorong karena vokasi itu juga masih dibutuhkan untuk pendalaman. Kemudian pajak, sebelumnya 1% sekarang pajak UMKM 0,5%. Kemudian usaha usaha kreatif disupport sama Bekraf. Kita juga bisa menggunakan dan Transfer ke Daerah, misalkan space olahraga di daerah, kenapa tidak dibuatkan stadion di daerah menggunakan Dana Desa, jadi instrumennya sebetulnya banyak yang langsung dirasakan seperti program-program dari Bekraf,” paparnya.
Chatib Basri juga menyampaikan optimisme terhadap ekonomi Indonesia. Menurutnya Indonesia bukan negara miskin dan memiliki potensi yang baik, dibandingkan negara-negara yang memiliki karakteristik hampir sama.















