Sedangkan, inflasi administered prices pada bulan Maret 2017 mencapai 0,37% (mtm), menurun dari bulan lalu yang sebesar 0,58% (mtm). Penurunan inflasi administered prices, antara lain, dipengaruhi deflasi tarif angkutan udara. Namun, kenaikan tarif listrik akibat penyesuaian tarif listrik tahap 2 untuk pelanggan prabayar daya 900 VA nonsubsidi menahan penurunan inflasi pada kelompok ini. Selain itu, inflasi administered prices juga didorong oleh penyesuaian harga bensin, rokok kretek filter, dan rokok kretek. Secara tahunan, inflasi administered prices mencapai sebesar 5,50% (yoy).
Ke depan jelasnya, inflasi akan tetap diarahkan berada pada sasaran inflasi 2017, yaitu 4 plus minus1%. “Untuk itu, koordinasi kebijakan Pemerintah dan BI dalam pengendalian inflasi perlu terus diperkuat terutama dalam menghadapi sejumlah risiko terkait penyesuaian administered prices sejalan dengan kebijakan lanjutan reformasi subsidi energi oleh Pemerintah, dan risiko kenaikan harga volatile food menjelang bulan puasa,” pungkasnya.














