Bukan malah berkoalisi dengan partai yang jelas tidak inline dengan kerja politik 3M-J.
Menurut hemat saya, bila Golkar berkoalisi dengan partai di luar perjuangan 3M-J dalam penyusunan Paslon Pilkada 2018, sebaiknya Ketum Airlangga Hartarto melakukan evaluasi subtantif terhadap semua paslon yang diusung maupun yang didukung oleh Golkar pada Pilkada 2018.
Bila tidak, secara politik, tidak ada jaminan partai ini melakukan kerja politik untuk 3M-J pada Pilpres 2019.
Karena itu muncul pertanyaan kritis, ke mana arah politik Golkar pada Pilkada 2018 dan Pilpres 2019?
Penulis adalah Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner di Jakarta














