Berdasarkan penelitian, limbah plastik di Indonesia akan mencapai 9,52 juta ton pada tahun 2019, yang setara dengan 14 persen dari total limbah yang akan dihasilkan di Indonesia. Padahal, limbah plastik sebanyak itu dapat dimanfaatkan untuk membuat jalan sepanjang 190.000 kilometer.
“Produsen tidak membuat plastik dengan maksud melihatnya terbuang di laut dan kami menyadari peran besar yang harus dimainkan oleh sektor industri untuk mengakhiri limbah plastik laut pada tahun 2035,” jelasnya.
“Kami sangat senang dengan keberhasilan dari dan apa yang dijanjikan oleh proyek ini. Teknologi yang ada di balik pembuatan jalan dengan mengunakan limbah plastik ini terbukti cukup sederhana untuk diaplikasikan secara luas di Indonesia. Kami yakin teknologi ini akan dapat mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan Indonesia,” lanjut Bambang.
Bambang menjelaskan percobaan pertama untuk jalan aspal dengan mengunakan limbah plastik telah berhasil diselesaikan di Depok, Jawa Barat, pada kuartal ketiga 2017.
Sebanyak 3,5 metrik ton bahan limbah plastik dicampurkan pada aspal untuk membuat jalan sepanjang 1,8 kilometer, yang mencakup area seluas 9.781 meter persegi.
Hasil dari proyek selama dua bulan tersebut adalah sebuah jalan yang terbuat dari limbah plastik yang lebih tahan lama dan kuat apabila dibandingkan dengan jalan-jalan yang dibuat pada umumnya.















