KARAWANG-Permintaan serat optik (optical fibre) semakin meningkat seiring kebutuhan industri digital global yang terus mengikuti perkembangan teknologi terkini. Untuk itu, industri serat optik berperan penting dalam memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sektor pendukungnya. “Optical fibreini untuk modernisasi jaringan operator telekomunikasi yang sebelumnya menggunakan kabel tembaga dan pengembangan jaringan ke perumahan baru,” kata Dirjen Industri Logam, Mesin Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan pada peresmian PT Yangtze Optical Fiber Indonesia (YOFI) di Karawang, Jawa Barat, seperti dikutip dari laman kemenperin.go.id, Senin (12/9).
Putu memberikan gambaran, untuk koneksi pita lebar (broad-hand) rumah tangga, saat ini terdapat 70 juta rumah tangga yang membutuhkan sambungan internet jenis fiber to the home (FTTH). “Permintaan serat optik juga menjadi besar dengan adanya proyek Palapa Ring yang butuh hingga 36.000 km meter,” tuturnya.
Dengan beroperasinya PT YOFI, naiknya kebutuhan kabel serat optik diharapkan dapat dipasok oleh industri dalam negeri karena selama ini masih dibanjiri produk impor. Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian akan menerapkan aturan SNI wajib untuk seluruh produk serat optik di Indonesia.














