JAKARTA-Bank Dunia mengucurkan pinjaman sebesar US$200 juta ke Kementerian Pariwisata. Kerjasama pengembangan pariwisata pada Juni 2017 sebagai bentuk komitmen lembaga tersebut untuk mengembangkan tiga destinasi utama di Indonesia. “Bank Dunia komitmen untuk memberikan pinjaman sebesar 200 juta dolar AS dan penandatanganan kontrak akan kita lakukan pada Juni serta efektifnya pada Juli mendatang,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Jumat.
Menpar menyatakan hal tersebut usai rapat koordinasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah menteri lainnya di Kantor Wapres.
Lebih lanjut dia mengatakan, bantuan pendanaan dari Bank Dunia tersebut untuk mengembangkan pariwisata di tiga destinasi yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur Di Jawa Tengah dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.
Dana tersebut nantinya untuk pembangunan infrastruktur, misalnya, jalan pelebaran jalan, pembangunan daerah aliran sungai dan pembangunan bandara. Pemerintah memprioritaskan pengembangan tiga destinasi wisata baru untuk mencapai target 20 juta wisatawan sampai 2019.
Dari 10 destinasi wisata utama yang akan dikembangkan, baru tiga yang diprioritaskan dan pengembangannya disesuaikan dengan kebutuhan serta selera pasar asing.














