JAKARTA–Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng perusahaan penyedia teknologi dan informasi Huawei guna bekerja sama dalam pengembangan dan peningkatan kompetensi lulusan SMK.
Kerja sama itu dalam bentuk pelatihan instalasi perangkat base transcevier station (BTS) dan microwave serta sertifikasi bagi 1.000 pencari kerja. “Kemitraan dengan pelaku industri merupakan salah satu cara dalam menjembatani kompetensi para pencari kerja dengan kebutuhan industri,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (18/7/2019).
Menurut Bambang, target peserta program pelatihan adalah para pencari kerja lulusan tingkat SD, SMK, hingga S1 yang berada di bawah binaan Balai Besar Latihan Kerja Kemnaker. “Dengan model kemitraan, Balai Latihan Kerja Kemnaker bisa menjadi wadah proses penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, khususnya di bidang teknologi, informasi dan komunikasi,” kata dia.
Kerja sama tersebut, kata dia, memiliki peran penting dalam hal penyerapan tenaga kerja yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Kerja sama ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pemerintah dalam rangka meningkatkan akses seluas-luasnya bagi para pencari kerja sehingga dapat memperoleh pelatihan keterampilan kerja bidang telekomunikasi di Balai Latihan Kerja,” kata dia.














