Menurut Nus, perkembangan industri film di Prancis ini dapat menjadi role model atau pembelajaran bagi pengembangan industri film Indonesia. Perancis merupakan penghasil film terbesar ke-3 di dunia dan eksportir film terbesar ke-2 di dunia setelah Hollywood.
Penyelenggaraan EFX 2015, lanjut Nus, sebagai platform baru untuk memfasilitasi, mengembangkan, dan menghubungkan bisnis film Indonesia dengan industri film regional dan internasional di seluruh dunia.
Kemendag berharap penyelenggaraan EFX 2015 dapat menghasilkan para pelaku industri perfilman yang profesional di Indonesia, memajukan industri perfilman, dan sekaligus mempromosikan Indonesia kepada dunia internasional melalui sektor film. “Kami berharap manfaat EFX dapat dirasakan baik bagi para pelaku industri film maupun pecinta film di Indonesia dan pada akhirnya dapat meningkatkan nilai ekspor perdagangan, pariwisata, dan investasi Indonesia,” lanjut Nus.
EFX Film Forum mengambil tema France in Focus berlangsung sejak 27-30 Maret 2015 dengan mengambil lokasi di Kantor Kedutaan Besar Perancis di Jakarta dan kantor Kemendag. Kegiatan ini menampilkan berbagai pembicara dari industri perfilman Prancis melalui seminar dan workshop mengenai penulisan naskah cerita, teknik acting, strategi pengembangan industri perfilman, serta strategi pemasaran dan penjualan film.












