Secara historis, UKM di Indonesia merupakan pemain utama dalam aktivitas ekonomi di dalam negeri. “UKM memberikan kesempatan kerja yang besar bagi penduduk Indonesia dan merupakan sumber pendapatan utama maupun sekunder bagi banyak rumah tangga di Indonesia,” jelasnya.
Di Indonesia, UKM tumbuh signifikan. Pada 2011-2012, UKM tumbuh 2,41% dari total lebih dari 55 juta unit UKM. UKM juga memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia. Misalnya pada tahun 2011, UKM menciptakan 97,24% pekerjaan atau setara dengan 101 juta orang, dan berkontribusi sebesar 57,94% dari PDB Indonesia. Sementara itu, pada tahun 2012 kontribusi UKM terhadap lapangan pekerjaan meningkat sebesar 9,16% atau setara dengan 107 juta orang, dan berkontribusi 59,08% dari PDB Nasional.
Perekonomian Indonesia pada dasarnya didominasi oleh UKM akar rumput, yaitu hampir 99% dari jumlah perusahaan di Indonesia. “Oleh karena itu, Indonesia secara konsisten mendukung UKM dalam banyak hal, antara lain melalui pembuatan kebijakan dan strategi yang dapat memberdayakan dan memperkuat UKM dengan memberikan fasilitas baik program capacity building maupun pengelolaan dana bergulir untuk usaha mikro,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan pentingnya aspek teknis dalam mengikuti perkembangan zaman, e-commerce salah satunya. “Dengan semakin berkembangnya teknologi, UKM perlu semakin aktif menggunakan teknologi tersebut agar pengembangan usahannya bisa sampai taraf dunia international. Contohnya dengan penggunaan smart phone untuk mengambil foto produk, kemudian menjualnya melalui akun media sosial sehingga calon pembeli dapat melakukan pemesanan,” ujarnya.












