“Para pelaku usaha sudah menyatakan siap mendukung pelaksanaan Bazar Ramadan Kemendag melalui penyediaan komoditas dengan harga jual di bawah harga pasar,” tegas Karyanto.
Sebanyak 32 stan yang disediakan di Bazar Ramadan PPSDK akan ditempati 14 pelaku usaha bapok, yaitu Perum Bulog, produsen gula, anggota Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI), PINSAR Petelur Nasional, PT Charoen Pokphand, anggota Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), PT Salim Ivomas Pratama, PT Sari Agrotama Persada, Musim Mas Group, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, Sungai Budi, PT Agronic, dan PT Tunas Maju Mandiri.
Selain itu, 5 pelaku usaha pangan olahan juga turut mengisi stan, yaitu PT Mayora Indah, PT Sukanda Djaya, PT Indofood Sukses Makmur, PT Sinar Sosro, dan PT Niramas Utama. Ada pula 7 pelaku usaha ritel anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), yaitu PT Hero Supermarket (Giant), PT Trans Retail Indonesia (Transmart), PT Matahari Putra Prima (Hypermart), PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Akur Pratama (Yogya), Alfamart, dan PT Lotte Shopping Indonesia (Lottemart). Kemendag juga menghadirkan sepuluh pelaku UKM binaan yang menyediakan produk pangan dan nonpangan.
Karyanto mengharapkan penyelenggaraan Bazar Ramadan tahun ini dapat menarik lebih besar antusiasme pengunjung dibanding penyelenggaraan tahun lalu. Sebagai gambaran, lanjut Karyanto, omzet penjualan Bazar Ramadan tahun 2018 total mencapai Rp 2,38 miliar dan penyelenggaraan di PPSDK mencapai omzet Rp 350 juta dalam dua hari pelaksanaan.












