Puntodewi menegaskan, Indonesia melihat Guyana sebagai pasar nontradisional yang berpotensi digarap lebih besar.
Terlebih lagi, keberhasilan masuk ke pasar Guyana dapat ikut memperkuat posisi Indonesia di Amerika Selatan.
Ia mengapresiasi PT BMP yang mampu memenuhi selera pasar internasional dengan menjaga kualitas, inovasi desain, serta kepatuhan standar internasional.
“Pelepasan ekspor dari Surabaya ini menjadi simbol semangat untuk terus menguatkan perdagangan Indonesia di pasar global, khususnya ke negara-negara baru yang strategis di Amerika Selatan,” lanjutnya.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad FS mengatakan Kementerian Perdagangan mendukung upaya diversifikasi pasar ekspor PT BMP melalui fasilitasi promosi pada pameran internasional, baik di dalam maupun luar negeri, serta kegiatan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) dengan buyer internasional.
Ia berharap, ke depan semakin banyak produk BMP yang dapat menembus pasar potensial, seperti Amerika Selatan dan Afrika.
“Kemendag juga memberikan pelatihan peningkatan kapasitas ekspor bagi pelaku usaha berorientasi ekspor. Salah satu fokus Kemendag dengan mencetak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melek pasar global dan mampu melakukan ekspor. Sepanjang Januari–Juli 2025, tercatat 410 kegiatan business matching yang menghasilkan potensi transaksi senilai USD 90,04 juta melalui program inisiasi ekspor Kemendag, UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (BISA) Ekspor,” jelas Deden.















