Sejak 2011 jelasnya lebih dari 300 pelaku usaha dari berbagai daerah berpartisipasi dalam program rebranding.
Melalui program tersebut, pelaku usaha mengembangkan merek-merek baru.
Merek-merek tersebut antara lain Lomart Gallery (Lombok), Blivahom (Sukoharjo), Pradipta (Bandung), Bodesari Rattan (Cirebon), Wiracana Handfan (Denpasar), Bali Alus (Denpasar), Kupu-Kupu Bola Dunia (Denpasar), Bali Tangi (Denpasar), Komar Batik (Bandung), Restu Mande (Bandung), Tama Chocolate Indonesia (Bandung), Rendang Uda Gembul (Bandung), dan Kopi Nusantara (Bandung).
Dalam penerapannya, Kemendag bekerja sama dengan pakar rebranding.
Para pelaku usaha diundang pada seminar mengenai pentingnya rebranding.
Para pelaku usaha juga belajar mendalami brand positioning dan brand personality masing-masing.
Keduanya merupakan faktor penting dalam membangun brand identity.
Brand identity diwujudkan melalui nama merek, logo, dan warna kemasan yang eye-catching untuk membedakannya dengan produk lain yang serupa agar mudah dikenali dan diingat konsumen.
Kemendag juga akan membantu pelaku usaha mengkomunikasikan mereknya melalui berbagai media, seperti kartu nama, brosur, x-banner, kemasan, tas belanja dan label harga.
Semuanya merupakan elemen pendukung untuk memperkokoh positioning produk sekaligus perusahaan tersebut.














