Dalam acara ini, juga dilakukan penilaian produk UKM potensial. Penilian dilakukan oleh asesor/mercahandiser dari peritel modern seperti dari Indomaret dan Hypermart, dan peritel lokal. Kegiatan ini salah satu bentuk implementasi Permendag 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.
Mendag memanfaatkan kegiatan ini untuk memberikan secara simbolis bantuan sarana usaha berupa 50 unit gerobak dagang, 50 unit tenda dagang dan 50 unit coolbox. Mendag juga menyerahkan 1 set peralatan/mesin pengolah/pengemas produk cabai kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo. “Program fasilitasi sarana usaha ini merupakan salah satu kegiatan Kemendag yang langsung menyentuh pada kebutuhan UKM dan PKL sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan penghasilan bagi UKM,” tegas Mendag.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Srie Agustina menuturkan kegiatan ini diikuti lebih dari 134 UKM, yang terdiri dari 65 UKM peserta PPN dan 69 UKM peserta PPDNR. Selain itu, ada 9 Provinsi turut berpartisipasi dalam pameran ini, yaitu Maluku Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta peserta UKM tuan rumah dari Gorontalo dan kabupaten/kota di Gorontalo. PPN diisi oleh 65 stan yang terdiri dari 21 stan untuk 9 Provinsi dan 44 stan untuk tuan rumah yaitu Provinsi Gorontalo. Untuk PPDNR akan diisi 69 stan yang terdiri atas 22 stan untuk 9 Provinsi peserta dan 47 stan untuk tuan rumah Provinsi Gorontalo. “Produk-produk tersebut sudah dipasarkan baik secara lokal hingga merambah ke pasar internasional dengan merek antara lain produk spa Wangsa Jelita,Dowa Bag, Sritex,” kata Srie














