Perusahaan penerima penghargaan Primaniyarta dinilai memiliki keunggulan yang dapat diandalkan untuk bersaing di pasar ekspor dan memiliki pasar tujuan ekspor yang sangat beragam di pasar tradisional dan nontradisional. “Perusahaan penerima Primaniyarta adalah perusahaan memiliki kinerja ekspor terbaik, keuangan sehat, dan tidak tersangkut masalah hukum dalam bidang perbankan, pajak, bea cukai, lingkungan, maupun masalah ketenagakerjaan,” tambah Nus.
Lewat kesempatan ini juga disampaikan ragam pembiayaan ekspor oleh Standard Chartered Bank dan Indonesia Eximbank. Adapun skema pembiayaan ekspor khusus tersebut ialah diskonto wesel ekspor yang dapat membantu kelancaran cash flow para eksportir.
Senada dengan Nus, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Shee Tse Koon mengatakan, sebagai bank internasional yang telah melayani bumi nusantara sejak 1863, Standard Chartered terus berkomitmen penuh mendukung klien dalam memfasilitasi pertumbuhan kekayaan dan bisnis mereka, khususnya menghubungkan mereka dengan jaringan internasional. “Selain menjadi satu-satunya bank internasional yang berada di sepuluh negara ASEAN, kami juga memiliki jaringan global yang tersebar di tiga pasar dinamis yaitu Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Kami pun memiliki sejarah kaya selama lebih dari 152 tahun berada di Indonesia dan memiliki hubungan kerja sama yang telah terjalin baik dengan para klien berharga kami seraya memberikan ragam layanan dan produk bank,” ujarnya.















