“Nanti bantuan 5 unit tangki air bersih ini harus dikelola secara akuntabel dan profesional oleh BUMDes Bersama dengan tujuan mendapatkan profit tetapi berorientasi pada pelayanan sosial, profit dalam artian pelayanan air bersih atau air minum dengan tarif yang sangat ekonomis rasional,” katanya.
Bowo mencontohkan bahwa jika satu tabung galon air minum isi ulang seharga 5.000 rupiah pada umumnya, maka dengan unit usaha BUMDes ini bisa dipasang tarif sebesar 2.000 – 3.000 rupiah pergalon.
“Nantinya dana yang didapat dari hasil penjualan air bersih atau air minum dapat digunakan untuk pemeliharaan aset bantuan dan operasional pelayanan,” katanya.
Lebih lanjut, Bowo menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan tidak hanya bantuan dari Kemendes PDTT. Namun, bantuan juga berasal dari Kementerian Perindustrian.
“Truk tangki air bersih ini akan dikombinasikan dengan operasional kendaraan Reverse Osmosis (RO). Ada dua bantuan dari Kementerian Perindustrian yang tiap RO mampu menyediakan 700 liter per jam air minum olahan untuk memenuhi kebutuhan 70 titik huntara di Kabupaten Sigi,” katanya.
Bowo kembali berharap agar bantuan yang telah diserahkan tersebut dapat meringankan atau membantu masyarakat khususnya yang ada di Huntara terutama dalam hal persedian air bersih untuk kehidupan sehari-hari.













