LABUAN BAJO – Labuan Bajo adalah salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, selain Borobudur, Likupang, Mandalika, dan Danau Toba.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Dengan potensi alam yang luar biasa pengembangan Labuan Bajo dapat menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia dan bersaing di kancah internasional.
Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hariyanto saat menjadi keynote speech dalan acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Satuan Kerjanya, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) .
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Tata Kelola Pengunjung di Destinasi Pariwisata Labuan Bajo” berlangsung di Zasgo Hotel, Labuan Bajo pada Sabtu (5/7) siang.
FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi manajemen pengunjung di destinasi wisata sebagai bagian penting dari pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo Flores.
Menurut Hariyanto, Labuan Bajo telah menjadi sorotan nasional sebagai destinasi super prioritas.














