Salah satu langkah strategisnya adalah melakukan alih fungsi AMMDes water tank sebagai alat penyemprot cairan disinfektan.
“Kami bersama Kemenperin telah menjalin kerja sama dengan baik melalui pengembangan AMMDes yang dapat dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah. Contoh lainnya, seperti AMMDES ambulance feeder di Lebak, Banten dan AMMDes pasca-panen pisang di Tanggamus, Lampung,” sebutnya.
Selain itu, AMMDes penjernih air yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada saat musim kemarau maupun tanggap darurat bencana seperti di Palu, Sigi, dan Donggala pascabencana gempa bumi dan tsunami beberapa waktu lalu.
“Untuk pemanfaatan AMMDes penyemprot cairan disinfektan ini sudah dilakukan dua kali. Sebab, banyak permintaan dari masyarakat juga dan mendapat respons positif dari berbagai pihak. Ini sebagai salah satu kewajiban moril kami di lingkungan sekitar, termasuk membagikan masker,” papar Reiza.
Saat ini, AMMDes memiliki tingkat komponen lokal yang cukup tinggi hingga 70 persen. PT KMWI telah menyatakan siap memproduksi massal dengan total kapasitas 6.000 unit per tahun.
“Secara teknis, kami sudah melalukan berbagai pengujian sehingga dari kualitas sudah laik digunakan,” imbuhnya.
Kepala Desa Karang Asam Timur, Yamin Bunyamin mengaku senang dengan adanya peran AMMDes penyemprot disinfektan yang beroperasi di wilayahnya.













