MAKASSAR-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memfasilitasi penyediaan tenaga kerja industri yang kompeten dan aktif menumbuhkan wirausaha baru. Upaya ini direalisasikan melalui peran unit-unit pendidikan yang dimiliki di berbagai daerah, seperti Politeknik ATI Makassar dan Balai Diklat Industri (BDI) Makassar.
“Di Politeknik ATI Makassar punya program studi yang fokusnya mengenai teknik manufaktur dan robotik. Ini salah satu politeknik terbaik di Indonesia,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto ketika melakukan kunjungan kerja di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/2).
Eko menjelaskan, setiap fasilitas produksi di pabrikan berupa mesin dan peralatan, perlu perawatan dan perbaikan. Tentunya dalam proses tersebut, dibutuhkan operator atau teknisi terampil, terutama yang bisa memahami perkembangan teknologi saat ini di era industri 4.0.
“Sebab, penyediaan tenaga ahli itu masih sangat terbatas. Makanya, Politeknik ATI Makassar harus mengembangkan sayapnya hingga ke Pulau Jawa dan Sumatera, untuk membangun kelas-kelas D1 operator perawatan mesin dan peralatan,” paparnya.
Langkah strategis itu dijalankan melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan industri, seperti PT Petrokimia Gresik dan PT Semen Baturaja.














