Sementara itu, dalam upaya menumbuhkan wirausaha industri baru, BDI Makassar memiliki kompetensi untuk memberikan pelatihan mengenai pengolahan hasil laut dan perikanan serta pengolahan hasil perkebunan.
“Contohnya untuk pengolahan ikan dan kakao, kami punya fasilitas yang lengkap, mulai dari proses produksi hingga membuat kemasan,” ungkapnya.
Eko berharap, para peserta diklat tersebut dapat menjadi wirausaha baru di wilayahnya masing-masing, khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM).
“Melalui pelatihan yang kami berikan, bisa semakin meningkatkan daya saing usaha mereka. Misalnya, ada salah satu peserta dari Balikpapan, yang ingin membuat desain kemasan produknya lebih menarik sehingga punya nilai jual yang tinggi,” ujarnya.
Eko menyampaikan, para peserta diklat terbuka untuk umum. “Semua orang Indonesia yang berusia 18-35 tahun punya hak untuk belajar di sini, dengan dua syarat, yaitu berkelakuan baik dan mau berusaha.
Hasilnya, peserta diklat terdiri dari beragam kalangan, mulai dari mahasiswa yang memulai kegiatan usahanya hingga dari perusahaan. Selain itu ada pelatihan hasil kerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Menurut Eko, di BDI Makassar juga disiapkan kegiatan inkubator bisnis. Saat ini, balai diklat tersebut sedang mencari mitra-mitra yang bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia.














